≡ Menu

Cara Cerdas Menggunakan Kartu Kredit

Cara Cerdas Menggunakan Kartu Kredit – Sudah punya kartu kredit tapi takut menggunakannya? Hemm sayang sekali yak, padahal diluar sana banyak orang yang berharap memiliki kartu kredit, bahkan ada juga yang mengajukan aplikasi kartu kredit tapi di tolak terus.

Sekarang Anda sudah punya kartu kredit malah tidak digunakan? Memang kartu kredit kalau disalahgunakan bisa menimbulkan banyak masalah, seperti terlilit utang. Untuk menghindari hal ini Anda perlu tahu bagaimana cara cerdas menggunakan kartu kredit, berikut ini ulasannya.

Manfaat dan Kewajiban Pemegang Kartu Kredit

Kebanyakan orang yang mengalami masalah dengan tagihan kartu kredit, berpikir kalau kartu kredit itu sebagai kartu utang, bukan sebagai alat bayar untuk memudahkan pembayaran. Perilaku yang seperti ini menjadikan utang semakin menumpuk dan kesulitan dalam melakukan pelunasan.

Jika Anda memahami apa saja manfaat dan kewajiban Anda sebagai pemegang kartu, resiko mengalami kesulitan dalam pembayaran tagihan kartu kredit dapat dihindari. Apa saja manfaat dan kewajiban pemegang kartu kredit?

Manfaat

1. Tak perlu membawa uang tunai dalam jumlah banyak
2. Program diskon
3. Program cicilan
4. Fasilitas spesial
5. Bisa digunakan dimana saja

Kewajiban

1. Membayar iuran tahunan
2. Melunasi tagihan sebelum jatuh tempo
3. Membayar bunga jika tidak melunasi tagihan sebelum jatuh tempo
4. Membayar bunga atas biaya meterai
5. Membayar biaya keterlambatan atau penalti

Cara Cerdas Menggunakan Kartu Kredit

Kartu kredit merupakan salah satu pinjaman yang berisiko tinggi, kenapa? Karena tidak melalui syarat pinjaman yang lazim berlaku, seperti tanpa memiliki jaminan dan proses yang mudah. Oleh karena itu, bank penerbit kartu kredit mengenakan bunga yang cukup tinggi sebagai kompensasi jika terjadi write off akibat gagal bayar.

Agar Anda tidak mengalami masalah dalam menggunakan kartu kredit, berikut tips cerdas menggunakan kartu kredit.


1. Kartu kredit bukan kartu utang

Gunakan kartu kredit untuk kemudahan transaksi bukan sebagai kartu utang, kenapa? Karena jika Anda membeli produk/jasa dengan cara mencicil selama 1 tahun, harganya akan lebih mahal 1,5 kali lipat.

2. Dana mencukupi

Jika Anda mau belanja menggunakan kartu kredit, pastikan Anda sudah mempunyai dana yang cukup untuk melakukan transaksi tersebut. Kalau tidak ada uang, jangan memaksa belanja dengan kartu kredit, kenapa? Karena ini bisa menyebabkan Anda terlilit utang.

3. Bayar lunas tagihan

Pastikan selalu bayar lunas tagihan kartu kredit sebelum jatuh tempo. Dengan cara ini, Anda tidak akan terkena bunga atas tagihan kartu kredit Anda.

4. Stop pemakaian kartu kredit

Jika Anda tidak dapat membayar lunas beberapa tagihan kartu kredit karena berbagai sebab. Solusinya adalah menghentikan pemakaian kartu kredit dan segera melunasi tagihan tersebut atau bayar secara bertahap tagihan yang memilki bunga paling tinggi atau tagihan yang jumlahnya paling besar jika bunganya sama.

5. Gunakan untuk kebutuhan produktif

Gunakan kartu kredit untuk kebutuhan produktif, bukan konsumtif. Utang produktif adalah utang yang digunakan untuk membeli aset. Aset ini akan meningkat nilainya seiring berjalannya waktu, atau aset tersebut akan menghasilkan pendapatan yang sama atau lebih besar daripada cicilan utang.

6. Rasio cicilan utang 

Jika Anda sudah terlanjur memiliki utang kartu kredit, pastikan rasio cicilan utang tidak lebih dari  35% dari penghasilan utama pencari nafkah (bukan penghasilan gabungan dari suami + istri). Contohnya, suami memiliki pendapatan Rp 8 juta, sementara istri penghasilannya sebesar Rp 5 juta. Total penghasilan  gabungan sebesar Rp 13 juta.

Alokasi dana untuk membayar cicilan utang, maksimalnya adalah Rp 2,8 juta, 35%  dari Rp 8 juta, bukannya Rp 4,55 juta, 35% dari penghasilan gabungan suami istri Rp 13 juta. Kenapa? Karena jika suatu waktu istri tidak dapat bekerja lagi karena hamil atau PHK, cicilan utang tidak membebani keuangan keluarga.

7. Jangan menukar utang kartu kredit

Jangan menukar utang kartu kredit  dengan utang yang menggunakan jaminan. Utang dengan jaminan memiliki konsekuensi. Jika Anda tidak sangup membayar utang maka Anda akan kehilangan aset.

Sumber:
Kontan

{ 0 comments… add one }